WBR Wilayah Kecamatan Kartoharjo Lagi, Dimulai Gowes Untuk Intervensi Permasalahan di Lapangan

WBR Wilayah Kecamatan Kartoharjo Lagi, Dimulai Gowes Untuk Intervensi Permasalahan di Lapangan
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 10 Sep 2026
  • 11 kali dilihat

WBR Wilayah Kecamatan Kartoharjo Lagi, Dimulai Gowes Untuk Intervensi Permasalahan di Lapangan

MADIUN – Giat Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) kembali mengemuka. Namun, terdapat perbedaan dari gelaran sebelumnya. Giat WBR tidak hanya sarana tatap muka Plt wali kota bersama masyarakat. Tetapi sudah dimulai lebih dulu dengan berkeliling untuk memberikan intervensi langsung di lapangan. Seperti yang terlihat untuk di Kelurahan Kartoharjo dna Oro-Oro Ombo ini. Kegiatan intervensi tersebut dilakukan dengan gowes bersama, Kamis (10/9).


‘’Hari ini agendanya WBR. Tetapi kali ini polanya kita ubah. Kalau biasanya kita di satu titik dan menghadirkan layanan serta berdialog menyerap aspirasi, hari ini saya bersama teman-teman OPD langsung turun lapangan menuju titik-titik yang mana harus segera diintervensi,’’ kata Plt wali kota. 


Giat WBR memang terus dievaluasi. Setidaknya sudah tersaji tiga kali WBR untuk 2026 ini. Nah, Plt wali kota memandang perlu adanya peningkatan kualitas dan kebermanfaatan. Karenanya, untuk WBR kali keempat ini polanya pun diubah. Plt wali kota bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hanya hadir disaat dialog dengan warga. Tetapi giat diawali denga turun langsung ke lapangan. 


‘’Sebelumnya teman-teman lurah sudah mengecek mana-mana yang menjadi permasalahan prioritas. Sehingga titik-titik darurat itu segera dijalankan, segera kita intervensi, sesuai dengan KPI (key performance indicator),’’ tegasnya. 


Berbagai permasalahan ditinjau langsung. Seperti permasalahan stunting, orang dengan gangguan jiwa, pelaku usaha disabilitas, hingga permasalahan pembangunan fisik seperti saluran, pengerukan sedimen, hingga pengaspalan jalan. Permasalahan sampah juga tak luput dari perhatian Plt wali kota. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Plt wali kota pun memberikan target waktu penyelesaian berbagai permasalahan tersebut. 


‘’Jadi kita tentukan sekalian berapa lama waktu penyelesaiannya. Seperti masalah TPS di Jalan Pudak tadi mulai besok sudah kita tutup dan kita pindahkan ke Jalan Kresno. Untuk pengaspalan jalan tadi kita tindaklanjuti maksimal 60 hari ke depan,’’ terangnya. 


Namun, terdapat sejumlah permasalahan yang membutuhkan penyelesaian lebih lama. Seperti pengerukan sedimen saluran yang bermuara ke wilayan Stasiun KAI. Pasalnya, saluran bermuara di bawah rel tempat pemberhentian kereta. Pengerukan tentu membutuhkan koordinasi lebih lanjut karena berkaitan dengan jadwal kereta. 


‘’Intinya WBR sekarang ini bagaimana wali kota bersama OPD hadir langsung memecahkan masalah dan memberikan solusi ke warga di masing-masing kelurahan,’’ pungkasnya. (dspp/agi/diskominfo)

Awak Sigap